Minggu, 16 September 2012

Puisi Pertamaku Untuk Ibu Tercinta



بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

GOOGLE

Nostalgia kembali ke SMA ketika pelajaran Bahasa Indonesia. Materi pelajarannya tentang puisi bertemakan Ibu karena pada waktu itu sedang hari Ibu. Pembuatan puisi bertemakan Ibu di buat dalam bentuk PR dan dikirim ke Emailnya Bu Guru Bahasa Indonesia.

Sebelum membuat puisi Bu Guru menyetelkan sebuah video yang mengharukan dan penuh perasaan. Kata beliau kalau membuat puisi tanpa sentuhan suatu perasaan akan hambar, makannya disetelkan video Kasih Sayang Seorang Ibu. Setelah melihat video tersebut Bu Guru menyuruh kita semua membuat puisi bertemakan Ibu. Saking harunya dan saking banyaknya yang meneteskan air mata. Akhirnya dibuat PR karena banyak yang belum selesai membuat puisi hehe ... .

Waktu itu saya mengerjakan di warnet, sebelum mengerjakan berpikirlah lama untuk membuat puisi ini karena saya belum ahli dalam membuat kata-kata yang menyentuh dan bergejolak di hati orang lain. Jadilah sebuah puisi dengan kata-kata pendek berjudul “Hanya Untuk Ibu”.

Hanya Untuk Ibu

Ibu
Dulu engkau mengandungku
Dan melahirkanku
Dengan susah payah
Engkau korbankan nyawamu
Untukku, . . .

Ibu
Setelah aku lahir di dunia ini
Engkau mengasuhku dengan sepenuh hati
Dan mengajariku bagaimana, . . .
menjadi anak yang baik

Ibu
Sekarang aku mengerti
Betapa besar kasih sayangmu
Untukku, . . .
Dan aku berterima kasih padamu
Karna engkaulah yang terbaik bagiku

Ibu
Aku sayang padamu, . . . 

Puisi ini adalah hasil lamunan saya di warnet. Sambil membuka-buka puisi karya WS Rendra. Entah mengapa terasa menyentuh bagi saya. Karena pertama kalinya membuat puisi untuk Ibuku tercinta. Tapi sayang sekalipun tidak perna memberi tahu Ibuku soal ini .

Soal penilai puisi ini kurang tahu soalnya dinilai juga oleh sikap saya ketika membawakan puisi ini di depan kelas. Pemabawaan saya ketika membaca puisi ini is .... timewa gugub hehe ... .

~ Selamat hari Minggu. Semangat membuat semua kegiatan lancar dan sukses ~

Terima Kasih, Jangan lupa komentarnya.


Description: Puisi Pertamaku Untuk Ibu Tercinta
Rating: 5
Reviewer: Rayen Hendra
ItemReviewed: Puisi Pertamaku Untuk Ibu Tercinta

19 komentar:

  1. ^^
    Semoga kehidupan kita bisa menjadikan Ibu kita yang luar biasa itu bangga yah~

    Terkadang banyak orang yang lebih care hanya pada pujaan hati-nya, dan menjadikan sang Ibu berada diposisi ke-2 ato 3 ato lainnya...

    Lebihkan cinta kita pada Ibu kita terlebih dahulu sebelum melebihkan cinta pada yang lain~^^

    Salam Inspirasi~> <

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai Seratus 100 buat Jay_D_Crystal

      Betul sekali saya setuju :-bd

      Hapus
  2. kereeen...
    semoga kita bisa jadi anak yang membanggakan, jangan sampe pengorbanan ibu kita sia-sia karna liat anaknya tumbuh jadi anak yang nggak baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih. :D

      Amin ... Ya Rabbal Allamin o:-)

      Hapus
  3. Ibu memang berharga bgt bagi kita sebagai anaknya sob, moga banyak orang yg sadar karna banyak orang yg cuek gitu sama ibunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu itu lebih berharga dari Emas dan Berlian ;)

      Kalau ingin membahagiakan yang pertama pasti Ibu. Karena sudah melahirkan kita semua ke duania dengan penuh pengorbanan :(( :)

      Hapus
  4. Bagus puisinya Like banget...

    izin copas buat update status..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ow ... boleh silahkan semoga banyak yang nge Like Puisi ini hehe ... :D

      Hapus
  5. Puisinya lumayan kok :)

    kalo mo bikin rangakian kalimat yang bergejolah, saran saya bacalah banyak karya yang membuat hati bergejolak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih :)

      Sarannya boleh juga Bro :-bd

      Hapus
  6. puisinya nyentuh sop -_- jadi kangen sama ibu yang lagi di kampung huhu -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ouch ... *PukPukPundakDimaz*

      Sabar sob nanti ada waktunya untuk kembali ke rumah dan berkumpul kembali bersama ortu ;)

      Hapus
  7. bagus puisinya, tetapa banyak banget gue nemuin puisi temanya ibu kayak gini mulai dari kandungan sampai hidup.

    Saran aja, kalau mau temanya tentang ibu boleh tapi lihat dari sudut pandang yang lain, pasti keren tuh. Selain itu juga, seorang ayah rasanya kurang dihargai, menurut gue sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh juga saran loe Mas Bayu :-bd

      Kapan-kapan mau buat lagi hehe ... :D

      Hapus
  8. Balasan
    1. Boleh asalkan cantumin link saya di blog Dik Kaze ;)

      Hapus
  9. like like like puisinya, boleh copas kah :3

    BalasHapus
  10. banyakin koleksi diksi kamu coba,perbanyak baca kamus KBBI, dan buku sastra lain bukan cuma puisi, sajak aja, biar diksi banyak

    BalasHapus
  11. bunda surga kami ada ditlapak kaki mu..'
    neraka kami ada dibalik perih hati mu,.

    BalasHapus

Sebelum berkomentar ...

Berkomentar lah dengan sopan dan panjang #GakWajibPanjangLo. Bila tidak memiliki akun apapun dapat menggunakan Name/URL

DILARANG KERAS !! =

1. Meninggalkan alamat “LINK BAIK HIDUP ATAU MATI" di teks komentar. ( Kecuali untuk PERTAMA KALI BERKUNJUNG, memberi tahu soal Info Lomba atau Blog Award dan di "Guest Book" )

2. Meninggalkan / promosi iklan dan sejenisnya
3. Menggunakan indentitas Tanpa Nama ( Anonymouse )
4. Membuat SPAM di setiap komentar bacaan blog

~ Semua yang "DILARANG" akan di "HAPUS" komentarnya ~

New Posts Old Posts Home